Rabu, 20 April 2016

Perjalanan Hati Kepada Allah

Bookmark and Share
Perjalanan Hati Kepada Allah
Allah Ta’âlâ berfirman,
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” [At-Taubah: 112]
Jika ada yang bertanya, “Siapakah yang diberi kabar gembira dengan surga?”, maka jawabannya adalah orang-orang yang memiliki sifat seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
Sebagaimana dalam ayat lain, diterangkan sifat-sifat perempuan yang paling shalihah. Yaitu pada Firman Allah ‘Azza wa Jalla,
عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا
“Jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kalian, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” [At-Tahrim: 5]
Ketika ayat ini turun, maka para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera kepada ketaatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga mereka tidak diceraikan. Maka, jadilah para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam perempuan yang paling baik di tengah umat ini., karena Allah tidak memilihkan untuk Nabi-Nya kecuali yang terbaik.
Salah satu sifat mereka yang diberi kabar gembira dengan surga dan sifat perempuan yang shalihah, adalah as-siyâhah (As-Sâ`ih atauh As-Sâ`ihah).
Asal makna as-siyâhah dalam bahasa Arab adalah bepergian di atas muka bumi. Bisa diartikan melawat, melakukan perjalanan, berkelana dan berkeliling.
Jumhur (mayoritas) ahli tafsir menjelaskan makna as-siyâhah pada kedua ayat di atas adalah orang yang berpuasa. (Ibnu Katsir dan banyak ahli tafsri menguatkan makna ini dan Ibnu Jarir tidak menyebutkan selainnya).
Ada juga yang menafsirkan as-siyâhah dengan, (1) orang yang berjihad, (2) orang yang berhijrah, (3) orang yang safar dalam mencari hadits dan ilmu, dan (4) orang bertafakkur terhadap tauhid dan kebesaran Allah. (Dirangkum dari beberapa buku tafsir)
As-siyâhah ditafsirkan sebagai orang yang berpuasa karena orang yang berpuasa meninggalkan kelezatan mereka sebagaimana orang yang melakukan perjalanan meninggalkan kelezatannya.
Ibnu ‘Uyainah berkata, “Seorang yang berpuasa disebut sebagai As-Sâ`ih karena dia meninggalkan segala kelezatan makan, minum dan kegiatan nikah.” (Tafsir Al-Baghawy)
Syaikh Abdurrahman As-Si’dy menyebutkan bahwa As-siyâhah adalah perjalanan hati dalam mengenal Allah dan mencintai-Nya serta terus menerus kembali kepada-Nya.
Tentu penafsiran Beliau adalah tergolong dari penafsiran yang sangat indah yang mengumpulkan berbagai penafsiran di atas. Tentu sangat dimaklumi bahwa dalam puasa terkandung perjalanan jiwa dalam mengenal Allah dan mencintainya, serta terdapat berbagai jenjang penghambaan yang agung.
Kenalilah dari keagungan puasa yang Allah syari’atkan!
Renungi dari pembahasaan ayat-ayat Al-Qur`an terhadap puasa, agar engkau lebih mendalami rahasia dan keindahan puasa!
Wallahu A’lam.
sumber (http://dzulqarnain.net/perjalanan-hati-kepada-allah.html)

Selalu Bersinar dengan Kebaikan

Bookmark and Share
29 Selalu bersinar dengan kebaikanAllah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya Kami melihat engkau tergolong sebagai oranng-orang yang berbuat baik.” [Yusuf: 36, 78]
Pernyataan dalam ayat di atas adalah dua akhir ayat pada dua tempat yang diucapkan kepada Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Tempat pertama diucapkan oleh dua orang yang masuk penjara bersama Nabi Yusuf ‘alaihis salam dan tempat kedua diucapkan oleh saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihis salam saat beliau telah menjadi seorang pembesar di Mesir.
Nabi Yusuf ‘alaihis salam dikenal dengan sifat kebaikan berupa kedermawanan, amanah, kejujuran, keadilan, pembawaan yang baik, dan banyak ibadah ketika dipenjara dan ketika telah menjadi seorang pembesar Mesir.
Demikianlah seharusnya seorang muslim, berusaha menghiasi diri dengan sifat-sifat yang baik dan istiqamah pada segala keadaan: dalam kondisi sehat atau sakit, dalam keadaan lapang atau sempit, dan dalam status apapun di tengah manusia. Berbagai warna dan cuaca kehidupan tidak mengubahnya.
Sifat yang sama juga terdapat pada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertutur,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim]
Bersemangatlah dengan kebaikan dan bersegeralah kepada segala kebaikan karena “Tidak ada balasan kebaikan (di dunia), kecuali kebaikan (pula) (di akhirat)” [Ar-Rahman: 60] dan “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala terbaik (surga) dan tambahannya (melihat Wajah Allah).” [Yunus:26]
sumber http://dzulqarnain.net/selalu-bersinar-dengan-kebaikan.html

Agar Berberkah Pada Segala Keadaan

Agar Berberkah Pada Segala Keadaan
Diposting: 23-06-2015 || 1,818 klik


Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman      ,وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ  
“Dan Dia menjadikan aku seorang yang berberkah di mana saja aku berada.” [Maryam: 31]
Ayat di atas adalah firman Allah menyebutkan ucapan Nabi Isa ‘alaihissalâm terhadap nikmat yang Allah berikan pada dirinya, bahwa Allah telah menjadikannya sebagai orang diberkahi dimanapun dia berada.
Dalam menafsirkan makna “Dan Dia menjadikan aku seorang yang berberkah di mana saja aku berada.”, Imam Mujahid dan Sufyân bin ‘Uyainah berkata, “Orang yang mengajarkan kebaikan di mana saja Aku berada.” Sebagiannya lagi menafsirkan, “Melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar di mana saja aku berada.” Juga sebagian salaf menafsirkan, “Memberi manfaat di mana saja aku berada.” [Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Katsir]
Ibnul Qayyim berkata, “Yaitu orang yang mengajarkan kebaikan, berdakwah kepada Allah, mengingatkan kepada-Nya, dan menganjurkan ketaatan. Itulah keberkahan pada seseorang. Siapa yang lepas dari ini, dia telah lepas dari keberkahan, pasti terhapus keberkahan berjumpa dan berkumpul dengannya, bahkan menghilangkan keberkahan orang yang menjumpainya dan bertemu dengannya, karena dia akan menghabiskan waktu pada perkara-perkara yang telah berlalu dan merusak hati.” [Risâlah Ibnil Qayyim Ilâ Ahadi Ikhwânih hal. 3]
Memikirkan diri untuk berberkah di mana saja bumi menyandang dan langit meneduhi adalah suatu kebaikan yang sangat luas, akan mengantar seorang hamba kepada berbagai jenjang ibadah yang sangat agung, berupa menyebarkan ilmu agama, berakhlak yang mulia, memberi manfaat kepada manusia, amar ma’ruf nahi mungkar, dan selainnya.
Untuk mendalami makna ayat, seorang hamba perlu mengetahui perkara-perkara yang akan menjadi sebab datangnya keberkahan Allah untuk seorang hamba. Sebab-sebab keberkahan tersebut telah diuraikan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Termasuk keutamaan Allah untuk umat ini, sebab-sebab keberkahan menyebar penuh keindahan di bulan Ramadhan.
Marilah membentuk keberkahan untuk diri sendiri, dan jadilah orang-orang yang membawa keberkahan kepada seluruh lapisan manusia di mana saja anda berada.

(sumber : dzulqarnain.net/agar-berberkah-pada-segala-keadaan-2.html)

Senin, 18 April 2016

Belajar itu mudah yang sulit itu memulai nya

Memperhatikan masa sekarang ini para guru mesti mengerti internet. Mesti istilah posting, boot, entry dan seabrek istilah.
Namun hal itu bukan masalah sih asal mau memulai nya.

Kamis, 14 April 2016

Workshop ICT Guru PAI SMP TANGERANG

Setelah sekian lama jadi guru baru sekarang serius dalam ICT. Tapi mungkin lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Semoga ke depan lebih semangat lagi dalam berinteraksi dengan murid2 lewat internet. Semoga esok akan lebih indah.